Program yang digelar Kodim 0733/Semarang itu menyasar pembangunan saluran air, jembatan, dan musala di kawasan Lapangan Suler, Kelurahan Wates. Di balik kegiatan gotong royong tersebut, terlihat adanya penguatan sinergi sosial yang dibangun melalui keterlibatan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan.
Sejak pagi, sejumlah pengurus dan pemuda LDII tampak bergabung bersama anggota TNI dan warga mengerjakan proyek fisik yang menjadi sasaran TMMD. Kehadiran mereka bukan sekadar simbolis, melainkan ikut terlibat langsung dalam pekerjaan lapangan.
“Ini adalah hal kecil yang dapat kami berikan untuk masyarakat Semarang. Kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan LDII saat TMMD berlangsung di wilayah Kota Semarang,” ujar Danramil 09/Ngaliyan Mayor Agus Pujiatmo di sela kegiatan, Sabtu (16/5/2026).
Berdasarkan penelusuran di lokasi, kegiatan TMMD di Wates tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial antara aparat TNI dan elemen masyarakat. Model kerja bersama seperti ini dinilai efektif memperkuat hubungan sosial sekaligus membangun rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
Sejumlah warga menyebut perbaikan saluran air dan jembatan memang menjadi kebutuhan mendesak karena berkaitan langsung dengan aktivitas harian masyarakat, terutama saat musim hujan. Sementara pembangunan musala dipandang sebagai bagian dari penguatan fasilitas sosial dan keagamaan warga setempat.
Kehadiran unsur LDII dalam kegiatan ini juga menunjukkan adanya pola kolaborasi lintas elemen masyarakat yang terus dipertahankan dalam program TMMD di Kota Semarang. Selain H. Indarwanto dari DPD LDII Kota Semarang, tampak pula Sukindar, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ selaku Bidang Hukum dan HAM sekaligus Ketua PC LDII Kecamatan Ngaliyan bersama sejumlah pemuda LDII lainnya.
Di lapangan, suasana kerja bakti berlangsung cair. Cuaca mendung justru membantu peserta lebih leluasa bekerja tanpa terik matahari. TNI, warga, dan organisasi masyarakat tampak menyatu dalam aktivitas pembangunan.
Program TMMD sendiri selama ini menjadi salah satu instrumen pendekatan teritorial TNI kepada masyarakat melalui pembangunan berbasis gotong royong. Selain mempercepat pembangunan infrastruktur, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat semangat nasionalisme, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tingkat lingkungan.
Melalui keterlibatan aktif berbagai unsur masyarakat, TMMD di Wates Ngaliyan tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kerja kolektif antara warga dan aparat masih menjadi kekuatan utama dalam pembangunan berbasis komunitas di daerah.
(Sukindar)



0 Komentar