Sidak tersebut dilakukan bersama jajaran Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, di antaranya Sekretaris DP4 Lilik Setyawan, SP, Kabid Kesehatan Hewan drh. Rasmiyana, serta tim kesehatan hewan.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas jual beli hewan kurban di Pasar Pon Blora mulai meningkat tajam. Dalam satu hari pasaran, transaksi sapi di pasar hewan terbesar di Kabupaten Blora itu diperkirakan mencapai ratusan ekor dengan nilai perputaran ekonomi hingga belasan miliar rupiah.
“Hari ini kami mengadakan tinjauan terkait kesiapan menjelang Idul Adha, kurang dua pasaran Pon lagi. Hari ini transaksi hampir mencapai 600 ekor lebih. Kalau rata-rata harga per ekor Rp15 juta, berarti hampir ada Rp9 hingga Rp12 miliar perputaran ekonomi di sini. Bahkan tadi ada yang terjual sampai Rp25 juta,” ungkap Bupati Arief Rohman di sela-sela sidak.
Menurutnya, tingginya aktivitas perdagangan hewan kurban membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Para pedagang yang datang tidak hanya berasal dari Blora, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Pati, Solo, hingga Boyolali.
Di Pasar Pon Blora, jenis sapi yang paling banyak diperjualbelikan untuk kebutuhan kurban antara lain sapi Limousin, Simental, dan Peranakan Ongole (PO). Mayoritas merupakan sapi jantan dengan bobot berkisar 400 hingga 600 kilogram.
Selain memantau aktivitas perdagangan, Bupati Arief juga menerima berbagai masukan terkait penataan Pasar Pon, khususnya kondisi lantai pasar yang dinilai perlu diperbaiki agar lebih aman bagi ternak.
“Tadi ada usulan terkait penataan Pasar Pon ini, apakah dipaving atau bagaimana nantinya agar sapinya tidak terpeleset,” ujarnya.
Dalam sidak tersebut, petugas kesehatan hewan melakukan pemeriksaan fisik ternak secara menyeluruh, mulai dari kondisi mata, mulut, kulit, hingga kelengkapan dokumen kesehatan. Setiap sapi yang masuk ke area pasar juga dilakukan penyemprotan disinfektan dan pengecekan kesehatan, termasuk pemeriksaan sapi bunting.
Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
Bupati Arief mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban di tempat resmi dan memastikan ternak yang dibeli memiliki surat keterangan kesehatan dari petugas berwenang.
“Dengan adanya pemeriksaan ini, kami berharap masyarakat bisa memperoleh hewan kurban yang aman, sehat, dan layak untuk dikurbankan,” katanya.
Kabid Kesehatan Hewan DP4 Blora, drh. Rasmiyana, menjelaskan bahwa pemeriksaan rutin terus dilakukan seiring meningkatnya aktivitas jual beli hewan menjelang Idul Adha. Hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan tanda khusus agar mudah dikenali pembeli.
Sementara itu, para pedagang menyambut positif sidak tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas hewan yang dijual.
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang dan pembeli mengenai ciri-ciri hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat, seperti usia hewan yang cukup, kondisi fisik tidak cacat, serta memiliki nafsu makan yang baik.
(Bambang)



0 Komentar