Kirab Budaya Peringatan YS. SAM POO TAY DJIEN (Laksamana CHENG HO) Ke 620 Thn

SEMARANG- Minggu 27 Juli 2025 ( Lun Lak Gwe 02-03 /2576), Rombongan para peserta kirab membawa 15 kio (tandu) berisi kimsin (rupang) Sampo Tay Djien yang merupakan nama kebesaran Cheng Ho. Tabuhan genderang, simbal dan lonceng mengiringi barongsai yang lincah pada Minggu 27 Juli 2025.


keberadaan seekor kuda yang menarik salah satu perhatanian disimbolkan sebagai tunggangan Laksamana Cheng Ho, serta njenengan koen (pengawal kuda) dengan kostum dan karakter wajah di-make up dengan karakter tokoh pahlawan klasik Tiongkok.

Ribuan warga ikut menyaksikan jalannya kirab di sepanjang jalan dengan tabuh gembreng naga dan barongsai mengiringinya.

 Kirab Arak-arakan Cheng Ho dimulai menandai peringatan 620 tahun kedatangan Laksamana Cheng Ho dari jalanan Gang Lombok Semarang.

Rute perjalanan arak-arakan melalui Jalan Gang Pinggir, Wotgandul, Plampitan, Kranggan Barat, hingga Simongan dan kembali lagi ke Gang Lombok pada sore hari, dihiasi atribut budaya seperti kipas, payung, dan kuda. Barongsai dari kelompok Dharma Asih hingga Panca Buana menambah semarak para penonton kirab.

Ini menunjukkan akulturasi yang telah mengakar, terlihat dari arsitektur megah Klenteng Sam Poo Kong hingga tradisi arak-arakan yang tetap lestari.

Kirab Arak-Arakan Cheng Ho 2025 menjadi usaha napak tilas yang menguatkan jejak harmoni budaya antara Jawa dan Tionghoa, yang mengalir sepanjang sejarah dari Klenteng Tay Kak Sie menuju Klenteng Agung Sam Poo Kong di Jalan Simongan.

( Toto )

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html