AMPB Geruduk Bank Mandiri, Desak Direksi Bertanggung Jawab Dugaan Kredit Fiktif hingga Seruan Boikot
Aksi berlangsung sejak pukul 10.48 WIB hingga 12.32 WIB, dengan Supriyono alias Botok bertindak sebagai koordinator lapangan. Massa membawa kendaraan komando yang dilengkapi pengeras suara, bendera Merah Putih, bendera AMPB, serta sejumlah poster berisi kritik terhadap Bank Mandiri dan lembaga negara.
Desak Direksi Bank Mandiri Bertanggung Jawab
Dalam tuntutannya, AMPB meminta jajaran Direksi Bank Mandiri diberhentikan. Massa juga menuntut pertanggungjawaban moral dan material kepada nasabah serta masyarakat Indonesia atas persoalan yang mereka persoalkan.
Supriyono dalam orasinya menyampaikan kritik terhadap dugaan keterlibatan oknum pegawai Bank Mandiri dalam praktik kredit fiktif yang disebutnya merugikan rakyat. Namun, dalam laporan kegiatan tersebut, belum terdapat penjelasan resmi dari pihak Bank Mandiri mengenai tuduhan tersebut maupun rincian perkara yang menjadi dasar tuntutan massa.
“Yang dilakukan oknum-oknum pegawai Bank Mandiri ini sungguh sangat ironis. Ini bank milik pemerintah, tapi banyak sekali oknum-oknum yang melakukan kredit fiktif yang sangat merugikan rakyat,” ujar Supriyono dalam orasinya, sebagaimana tercatat dalam laporan kegiatan.
AMPB kemudian menyatakan akan melakukan aksi simbolik dengan melempar telur busuk ke gedung Bank Mandiri sebagai bentuk protes. Laporan kegiatan tidak merinci apakah aksi pelemparan tersebut benar-benar terlaksana.
Orasi Keras dan Kain Protes Dipasang di Gedung Bank
Sebelumnya, Teguh Istiyanto membuka aksi dan mengimbau massa agar tidak melakukan tindakan yang melanggar ketertiban. Dalam orasinya, ia menyatakan AMPB kecewa terhadap Bank Mandiri dan pihak-pihak yang dianggap berkaitan dengan persoalan yang sedang mereka perjuangkan.
Teguh juga menyampaikan pernyataan bernada keras, termasuk seruan untuk menghancurkan pihak yang disebutnya sebagai koruptor, antek koruptor, pendukung koruptor, dan penjilat koruptor. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks orasi aksi, sementara laporan kegiatan tidak mencatat adanya tindakan kekerasan selama demonstrasi.
Pada sekitar pukul 11.55 WIB, massa membuat tulisan pada kain putih bertuliskan “BOIKOT MANDIRI ANTEK KORUPTOR, MANDIRI FUCK”. Kain tersebut kemudian dipasang pada gedung Kantor Bank Mandiri Cabang Pati sebagai bentuk protes.
Selain kritik terhadap Bank Mandiri, sejumlah poster yang dibawa massa juga memuat seruan pengesahan hukuman mati bagi koruptor serta kritik terhadap DPR.
Aksi Empat Hari, Rencana Lanjutan Disampaikan melalui Media Sosial
Rangkaian aksi diawali dengan konsolidasi massa di depan kantor bank. Sekitar pukul 11.10 WIB, Nur Cahyo memimpin doa yang kemudian dilanjutkan dengan lantunan sholawat.
Pada pukul 12.00 WIB, massa menghentikan sementara kegiatan untuk melaksanakan ibadah salat Zuhur. Sekitar pukul 12.26 WIB, Teguh menyampaikan bahwa aksi hari itu telah selesai dan massa akan melakukan konvoi pulang. Ia juga menyebutkan bahwa rencana aksi berikutnya akan diumumkan melalui media sosial.
Aksi berakhir sekitar pukul 12.31 WIB. Massa kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke wilayah masing-masing.
Berdasarkan laporan kegiatan, demonstrasi AMPB dijadwalkan berlangsung selama empat hari berturut-turut, yakni 15 hingga 18 September 2026. Aksi pada Rabu (16/9/2026) merupakan bagian dari rangkaian tersebut.
Tuntutan Besar, Penjelasan Bank Mandiri Masih Dinantikan
Dari sisi substansi, aksi AMPB tidak hanya menyampaikan tuntutan pergantian jajaran direksi, tetapi juga membawa isu yang lebih luas, yakni dugaan persoalan kredit fiktif, pertanggungjawaban kepada nasabah, serta seruan boikot terhadap Bank Mandiri.
Namun, sejumlah hal penting masih memerlukan penjelasan lebih lanjut, antara lain:
Perkara atau kejadian spesifik yang menjadi dasar tuduhan dugaan kredit fiktif.
Pihak yang disebut sebagai oknum dan status penanganan persoalannya.
Besaran kerugian yang diklaim merugikan nasabah atau masyarakat.
Respons resmi Bank Mandiri terhadap tuntutan pemecatan direksi dan pertanggungjawaban material.
Kepastian pelaksanaan rencana aksi lanjutan AMPB.
Hingga laporan ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Bank Mandiri Cabang Pati yang tercantum dalam laporan kegiatan mengenai tuntutan tersebut.
Meski diwarnai orasi keras, pemasangan kain protes, dan penggunaan pengeras suara, kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Perkembangan aksi lanjutan serta respons pihak Bank Mandiri terhadap tuntutan AMPB masih menjadi perhatian.
(Iwan/Winarni)


0 Komentar