Sharing Inspiratif Gerakan Solusi Indonesia Ajak Anak Muda Pati Jadi Penggerak Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

 PATI – Gerakan Solusi Indonesia (GSI) menggelar kegiatan Sharing Inspiratif Bareng Anak Muda Pati di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta secara luring tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah, akademisi, praktisi, dan generasi muda untuk mendorong lahirnya gagasan inovatif dalam pembangunan daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Dewan Pembina Gerakan Solusi Indonesia sekaligus Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia periode 2024–2028 Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, S.H., M.H., Pakar Rumput Berstandar FIFA Prof. Dr.Sc.Agr. Ir. Rahayu, S.P., M.P., CEO Safin Pati Sports School Rafi Rizqullah Arifin, Kasi PB3R Kejaksaan Negeri Pati Sulistyo Utomo, S.H., M.H., perwakilan Universitas Safin Pati, perwakilan SMA se-Kabupaten Pati, serta unsur Karang Taruna.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Ia mengajak anak muda meninggalkan perilaku yang tidak produktif dan mulai berkontribusi melalui kreativitas, inovasi, serta solusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, Kabupaten Pati memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, khususnya di sektor perikanan dan produksi garam. Pati tercatat memiliki sekitar 1.000 kapal berukuran di atas 30 GT dan sekitar 2.500 kapal di bawah 30 GT, serta dikenal sebagai salah satu sentra penghasil Bandeng Juwana dan garam terbesar di Indonesia.

Di sisi lain, Pati masih menghadapi tantangan berupa banjir saat musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau. Karena itu, pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk menghadirkan ide dan inovasi dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Risma juga menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti ChatGPT, secara bijaksana sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi, bukan sekadar mencari kemudahan instan.

Sementara itu, Prof. Dr. Pujiyono Suwadi menyampaikan bahwa perubahan selalu diawali dari kegelisahan terhadap suatu persoalan. Namun, menurutnya, kegelisahan harus berkembang menjadi kritik yang konstruktif, kemudian diwujudkan dalam solusi dan aksi nyata.

Ia mengingatkan bahwa seseorang tidak boleh berhenti hanya sebagai pengkritik, melainkan harus menjadi bagian dari penyelesai masalah dengan tetap memelihara optimisme.

Dalam paparannya, Prof. Pujiyono mencontohkan perjalanan pendiri Starbucks yang berkali-kali mengalami penolakan investor dan berbagai kegagalan sebelum akhirnya berhasil membangun perusahaan berskala global. Kisah tersebut menjadi ilustrasi bahwa ketekunan, harapan, dan semangat pantang menyerah merupakan modal penting bagi generasi muda.

Ia juga mendorong peserta untuk terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan kepedulian sosial melalui berbagai organisasi kemasyarakatan. Bagi siswa berprestasi yang terkendala biaya pendidikan, GSI bersama pemerintah daerah berkomitmen membantu mencarikan solusi agar pendidikan tetap dapat dilanjutkan.

Selain itu, Prof. Pujiyono mengajak generasi muda yang ingin berwirausaha agar aktif mencari mentor yang memiliki rekam jejak keberhasilan sehingga memperoleh bimbingan dan pengalaman yang tepat.

Menutup paparannya, ia menyampaikan tiga pesan utama kepada peserta, yakni tidak berhenti pada keluhan dan kritik, berani menciptakan peluang, serta mewujudkan mimpi melalui kerja keras. Ia optimistis pemimpin-pemimpin Indonesia pada masa depan, termasuk menuju Indonesia Emas 2045, dapat lahir dari generasi muda yang hadir dalam forum tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta mengenai berbagai solusi pembangunan Kabupaten Pati. Forum berlangsung dinamis dengan pembahasan mengenai pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, kewirausahaan, teknologi, hingga penguatan potensi lokal.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung tertib, aman, dan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi, dan generasi muda dalam merumuskan langkah nyata membangun Kabupaten Pati yang lebih maju, inovatif, dan berdaya saing.

(Arikha)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html