Seragam Gratis Tak Tersentuh Efisiensi Anggaran, Pendidikan Bukan Sekadar Janji Politik

LAMPUNG BARAT — Di tengah tekanan efisiensi anggaran daerah, program pendidikan gratis Pemerintah Kabupaten Lampung Barat justru menjadi sorotan. Program unggulan “Semua Bisa Sekolah”, yang memberikan tiga setel seragam gratis kepada siswa SD dan SMP sederajat, dipastikan tetap berjalan pada Tahun Anggaran 2026.

Bukan hanya seragam, Pemkab Lampung Barat juga menambahkan bantuan buku tulis gratis bagi para siswa. Kebijakan tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa sektor pendidikan masih ditempatkan sebagai salah satu prioritas utama pemerintah daerah.

Kepastian keberlanjutan program itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Lampung Barat, Tati Sulastri, S.Sos., M.M., didampingi Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Alexander Saputra, S.H., M.M., saat memberikan keterangan kepada awak media di Liwa, Kamis (27/8/2026).

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menegaskan, kebijakan efisiensi tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan hak anak memperoleh pendidikan.

“Pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan bahwa tidak ada lagi anak-anak Lampung Barat yang tidak bisa sekolah karena alasan biaya. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa terkecuali.”

Program tersebut disebut lahir dari persoalan konkret yang selama ini dihadapi masyarakat. Biaya perlengkapan sekolah, terutama seragam, kerap menjadi beban orang tua ketika memasuki tahun ajaran baru.

Parosil yang pernah berprofesi sebagai guru sekaligus pernah menjadi ketua komite sekolah mengaku memahami persoalan tersebut. Karena itu, program “Semua Bisa Sekolah” diarahkan untuk memangkas salah satu hambatan ekonomi yang berpotensi membuat anak tidak melanjutkan pendidikan.

Bukan Sekadar Seragam, Ada Beasiswa hingga Satu Keluarga Satu Sarjana

Kebijakan pendidikan Pemkab Lampung Barat tidak berhenti pada bantuan seragam dan buku tulis.

Pemerintah daerah juga menjalankan sejumlah program beasiswa, antara lain beasiswa kedokteran, seni budaya, kewirausahaan, serta program “Satu Keluarga Satu Sarjana.”

Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan bahwa intervensi pemerintah daerah diarahkan tidak hanya pada persoalan akses masuk sekolah, tetapi juga membuka peluang masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Namun demikian, keberlanjutan program tersebut tetap membutuhkan pengawasan publik. Program yang menggunakan anggaran pemerintah harus dipastikan tepat sasaran, transparan, serta benar-benar diterima siswa yang menjadi penerima manfaat.

Macan Lampung: Ini Bisa Jadi Tolok Ukur Kepala Daerah

Keberlanjutan program seragam gratis tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Umum LSM Macan Lampung, Yudi Irawan.

Saat ditemui di sekretariatnya di Bandar Lampung, Yudi menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Menurut dia, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya jauh lebih besar dibandingkan sekadar pembangunan fisik.

“Program ‘Semua Bisa Sekolah’ ini merupakan bukti nyata kepedulian Bupati Parosil Mabsus dan Dinas Pendidikan Lampung Barat terhadap masa depan generasi muda.”

Yudi bahkan menilai program tersebut layak menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintah kabupaten/kota lainnya di Provinsi Lampung.

“Ini adalah langkah konkret yang patut menjadi percontohan bagi kepala daerah di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.”

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Pemkab Lampung Barat: apakah program pendidikan gratis benar-benar mampu menjangkau seluruh kelompok masyarakat yang membutuhkan?

Sebab, ukuran keberhasilan program bukan hanya terletak pada besarnya anggaran atau jumlah seragam yang dibagikan, melainkan pada dampak nyata di lapangan—apakah beban orang tua berkurang, angka putus sekolah dapat ditekan, dan semakin banyak anak Lampung Barat memperoleh kesempatan pendidikan yang layak.

Di tengah tuntutan efisiensi anggaran, keberanian mempertahankan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat menjadi isu yang patut dikawal publik.

Bagi masyarakat Lampung Barat, seragam gratis mungkin terlihat sederhana. Namun bagi keluarga yang sedang menghitung setiap rupiah untuk kebutuhan sekolah anak, seragam dan buku gratis bisa menjadi pengurang beban sekaligus alasan untuk tetap mempertahankan harapan agar anak mereka terus bersekolah.

(Ridwan)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html