Kemarau Panjang Mencekam, 120 Prajurit Kodim Pati Gelar Sholat Istisqa: “Mari Introspeksi, Jangan Rusak Alam!”

PATI – Kemarau panjang yang membuat kebutuhan air semakin menjadi perhatian mendorong jajaran Kodim 0718/Pati menggelar Sholat Istisqa atau sholat meminta hujan secara serentak bersama jajaran Kodam IV/Diponegoro.


Kegiatan berlangsung di Lapangan Tenis Gedung Juang, Senin (31/8/2026), mulai pukul 08.30 hingga 09.10 WIB dan diikuti sekitar 120 peserta.

Para peserta terdiri dari Danramil dan Pasi jajaran Kodim 0718/Pati, perwakilan anggota dari setiap Koramil, personel Staf Makodim serta PNS Kodim 0718/Pati.

Sholat dipimpin Letda Inf. Ali Sadikin sebagai imam, sementara khutbah disampaikan Serka Muhsin.

Bukan Sekadar Meminta Hujan

Sholat Istisqa tidak hanya menjadi ritual untuk memohon turunnya hujan.

Dalam khutbahnya, jamaah diajak melakukan introspeksi dan memperbanyak taubat atas berbagai kesalahan, kemaksiatan maupun kezaliman yang dilakukan manusia.

Pesan yang disampaikan menempatkan kemarau bukan hanya sebagai persoalan cuaca, tetapi juga momentum untuk melakukan evaluasi terhadap hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan.

Jamaah diajak mengakui kesalahan dan memperbanyak pertobatan serta istighfar.

Kembalikan Hak Orang Lain

Pesan khutbah juga menyentuh persoalan sosial.

Jamaah diingatkan pentingnya menyelesaikan sengketa, membayar utang, menghentikan tindakan zalim serta memenuhi kewajiban zakat dan memperbanyak sedekah.

Pesannya sederhana: memohon pertolongan Tuhan juga harus diiringi dengan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Selain itu, jamaah diajak mempererat silaturahmi dan saling memaafkan.

Kemarau Bukan Alasan Membakar Lahan

Di tengah kondisi kering, pesan menjaga lingkungan juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.

Masyarakat diajak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan selama musim kemarau.

Hal ini menjadi penting karena kondisi vegetasi yang kering dapat membuat api lebih mudah menyebar dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

Dengan demikian, ikhtiar spiritual tidak dilepaskan dari ikhtiar nyata untuk menjaga lingkungan.

TNI dan Rakyat Bersatu Menghadapi Kemarau

Pelaksanaan Sholat Istisqa serentak di jajaran Kodam IV/Diponegoro juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan.

Bagi jajaran Kodim 0718/Pati, kegiatan tersebut menjadi bentuk ikhtiar batiniah sekaligus wujud kebersamaan antara prajurit dan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau.

Pendekatan spiritual diharapkan dapat berjalan beriringan dengan berbagai langkah teknis dalam menghadapi dampak kekeringan.

Sebab, menunggu hujan bukan berarti berhenti berusaha.

Doa dilakukan, tetapi kewaspadaan tetap dijaga. Alam dijaga, lingkungan dilindungi, dan masyarakat diminta tidak melakukan tindakan yang justru memperparah risiko bencana selama musim kering.

Pesan Istisqa: Memohon Hujan, Sekaligus Memperbaiki Diri

Sholat Istisqa yang digelar jajaran Kodim 0718/Pati akhirnya membawa pesan yang lebih luas.

Hujan memang dimohon kepada Allah SWT, tetapi manusia juga dituntut memperbaiki perilakunya.

Pertobatan, menjaga hubungan sosial, menyelesaikan persoalan dengan sesama, memenuhi kewajiban serta menjaga alam menjadi bagian dari ikhtiar yang menyertai doa.

Kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Di tengah kemarau yang belum berakhir, pesan tersebut menjadi pengingat:

jangan hanya meminta hujan turun dari langit, tetapi juga jangan berhenti menjaga bumi tempat manusia hidup.

(Amad Priadi)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html