Lawan Hoaks dari Akar Rumput! Senkom Solo Cetak Pasukan Jurnalis Relawan
Sabtu malam (6/6/2026), Gedung Serbaguna Honggobayan, Pabelan, Kartasura, menjadi saksi lahirnya kader-kader jurnalis akar rumput melalui Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bidang Publikasi, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Antar Lembaga (PHMAL). Puluhan anggota berseragam PDL yang biasanya berjibaku di lapangan kini ditempa untuk menguasai dunia publikasi dan pemberitaan.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Di era digital, pertarungan menjaga keamanan masyarakat tak lagi hanya terjadi di jalanan atau lokasi bencana, tetapi juga di ruang informasi yang dipenuhi kabar bohong, provokasi, dan disinformasi.
Praktisi media sekaligus pengurus Bidang Publikasi Senkom, Ghoni Iman AG, menegaskan bahwa relawan harus mampu menjadi penyampai informasi yang kredibel. Menurutnya, setiap kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dilakukan anggota memiliki nilai berita tinggi jika disampaikan secara profesional dan berbasis fakta.
"Kepercayaan publik adalah aset paling mahal. Itu tidak dibangun dari klaim sepihak atau pencitraan, tetapi dari konsistensi menghadirkan fakta yang akurat dan dapat diverifikasi," tegas Ghoni.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali teknik penulisan berita menggunakan pola 5W+1H dan metode piramida terbalik. Mereka juga diajarkan prinsip-prinsip etika jurnalistik agar mampu membedakan fakta, opini, serta pentingnya verifikasi sebelum informasi dipublikasikan.
Ketua Senkom Mitra Polri Kota Surakarta, Yusuf Erwansyah, A.Md., menepis anggapan bahwa publikasi organisasi hanya bertujuan mencari popularitas.
Menurutnya, banyak aktivitas kemanusiaan yang dilakukan anggota di lapangan tidak pernah diketahui masyarakat luas karena minim dokumentasi dan publikasi.
"Kalau pengabdian itu terus-menerus dilakukan tetapi tidak pernah disampaikan kepada masyarakat, publik tidak akan mengetahui bahwa ada relawan yang selalu hadir menjaga keamanan, membantu saat bencana, dan mendukung ketertiban lingkungan," ujarnya.
Yusuf menilai kemampuan menulis dan mengelola informasi kini menjadi kebutuhan strategis bagi setiap anggota. Ia mendorong personel di tingkat kecamatan untuk mulai aktif mendokumentasikan kegiatan dan menuliskannya secara mandiri.
Pelatihan ini sekaligus menunjukkan perubahan wajah relawan modern. Mereka tidak lagi hanya menjadi pelaksana di lapangan, tetapi juga produsen informasi yang bertanggung jawab. Di tengah maraknya konten negatif dan informasi yang belum tentu benar, Senkom memilih membangun kekuatan baru melalui literasi, dokumentasi, dan publikasi berbasis fakta.
Dari sebuah ruang pelatihan sederhana di Kartasura, lahir pesan yang kuat: menjaga keamanan masyarakat kini bukan hanya soal kesiapsiagaan fisik, tetapi juga soal siapa yang mampu menjaga kebenaran informasi.
Ketika hoaks bergerak cepat, Senkom ingin memastikan fakta tidak tertinggal.
(Kindar)
x



0 Komentar